Makalah Etika dan Fungsi-Fungsi Organisasi

 

Makalah

Etika dan Fungsi-Fungsi Organisasi Perusahaan

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Etika Bisnis

Dosen Pengampu: Iga Aju Nitya Dharmani S.ST.,S.E.,M.M

 


Disusun Oleh:

Safa Sarah Azizah   (01221083)

 

PRODI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

2021

Jl. Arief Rachman Hakim No.51 Surabaya

Phone : 031-5946404- 5995578, fax. 031- 5931213

www.narotama.ac.id


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul "Etika dan Fungsi-Fungsi Organisasi Perusahaan" dengan tepat waktu.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Etika Bisnis. Selain itu, makalah ini bertujuan menambah wawasan tentang Etika dan Fungsi-Fungsi Organisasi Perusahaan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Iga Aju Nitya Dharmani S.ST.,S.E.,M.M. selaku dosen pengampu Mata Kuliah Etika Bisnis yang telah memberi materi tentang etika dan fungsi-fungsi organisasi perusahaan untuk dijadikan makalah, penulis juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, saran dan kritik yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.

 

 

 

 

 

Surabaya, 10 November 2021

 

 

 

 

  Safa Sarah Azizah


DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar......................................................................................... ii

Daftar Isi................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN....................................................................... 1

1.1 Latar Belakang.............................................................................. 1

1.2 Landasan Teori............................................................................. 2

1.3 Rumusan Masalah......................................................................... 2

1.4 Tujuan Penelitian.......................................................................... 2

1.5 Metodologi Penelitian................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN......................................................................... 3

2.1 Pengertian Etika............................................................................ 3

2.2 Peran Beretika dalam Berbisnis..................................................... 3

2.3 Pentingnya Etika dalam Perusahaan.............................................. 3

2.4 Fungsi Etika dalam Perusahaan.................................................... 4

2.5 Pengertian Organisasi................................................................... 6

2.6 Fungsi-Fungsi Organisasi dalam Perusahaan................................ 7

BAB III PENUTUP................................................................................. 9

3.1 Kesimpulan................................................................................... 9

3.2 Saran............................................................................................ 9

DAFTAR PUSTAKA............................................................................ 10

 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dalam menjalankan bisnis banyak faktor yang mempengaruhi dan menentukan kegiatan berbisnis. Sebagai kegiatan sosial, bisnis dengan banyak cara terjalin dengan kompleksitas masyarakat modern.Perilaku etis dalam kegiatan berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis itu sendiri. Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, perusahaan akan berhasil bukan hanya berlandaskan moral dan manajemen yang baik saja, tetapi juga harus memiliki etika bisnis yang baik. Perusahaan harus dapat mempertahankan mutu serta dapat memenuhi permintaan pasar yang sesuai dengan apa yang dianggap baikdan diterima masyarakat. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama jika dilihatdari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja bisnis yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis tersebut menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral. Perilaku yang baik, juga dalam konteks bisnis, merupakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral.

1.2  Landasan Teori

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan etika yaitu ilmu tentang baik dan buruknya perilaku, hak dan kewajiban moral; sekumpulan asa atau nila-nilai yang berkaitan dengan akhlak; nilai mengenai benar atau salahnya perbuatan atau perilaku yang dianut masyarakat.

Menurut H. A. Mustafa. Etika merupakan ilmu yang menyelidiki mana yanhg baik dan yang buruk dengan memperhatika amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahuin oleh akar pikirannya.

Menurut K. Bertens. Etika merupakan nilai-nila dan norma-norma moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur perilaku

Menurut Prof. DR. Franz Magnis Suseno. Etika adalah ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan dalam tindakan manusia.

1.3  Rumusan Masalah

1.     Apakah pengertian etika ?

2.     Bagaimana peran beretika dalam berbisnis ?

3.     Apa saja pentingnya etika dalam perusahaan ?

4.     Apa saja fungsi etika dalam perusahaan ?

5.     Apakah pengertian organisasi ?

6.     Apa saja fungsi-fungsi organisasi dalam peusahaan ?

 

1.4  Tujuan Penulisan

1.     Mengetahui pengertian etika

2.     Mengetahui peran beretika dalam berbisnis

3.     Mengetahui pentingnya etika dalam perusahaan

4.     Mengetahui fungsi etika dalam perusahaan

5.     Mengetahui pengertian organisasi

6.     Mengetahui fungsi-fungsi organisasi dalam perusahaan

 

1.5  Metodologi Penelitian

Untuk memperoleh referensi saya menggunakan metode pencarian di internet dan beberapa jurnal guna mendapatkan referensi yang baik dan sesuai dengan materi tugas ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Etika

Kata ‘etik’ berasal dari kata ‘ethos’ yang merupakan bahasa yunani yang artinya karakter, watak, kesusilaan atau adat. Etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu maupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang dilakukan itu baik atau buruk, benar atau salah.

Etika sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam kehidupan bermasyarakat karena dengan adanya etika maka dapat mengatur bagaimana kita bersosialisasi atau berkomunikasi dengan sesama.

2.2  Peran Beretika dalam Berbisnis

Etika bisnis merupakan peraturan tidak ertulis sebagai landasan norma perilaku yang harus ditaati oleh seluruh bagian-bagian perusahaan tanpa memandang seberapa tinggi jabatannya. Dalam menjalankan bisnis, perusahan harus bias mendapatkan nilai, pandangan dan kepercayaan dari masyarakat, konsumen atau customer, serta investor berusahaan tersebut.

Bebisnis dengan beretika akan menciptakan hubungan baik disegala lapisan perusahaan, karyawan dan pimpinan, dengan adanya etika ini dapat mengurangi terjadinya konflik dan praktik curang dalam lingkungan perusahaan.

Menurut Richard De George, bila perusahaan ingin sukses atau berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu :

1.     Memiliki produk yang baik

2.     Memiliki managemen yang baik

3.     Memiliki Etika

 

2.3  Pentingnya Etika dalam Perusahaan

Etika merupakan prinsip, moral dan standar perilaku yang membedakan benar atau salah dalam
setiap individu. Sedangka etika bisnis berusaha melarang pelaku bisnis untuk tidak melakukan apa yang tidak seharusnya dilakukan. Penerapan etika dan kejujuran dalam bisnis sangat penting karena kedua hal ini dapat meningkatkan penilaian bisnis itu sendiri. Dilihat persaingan bisnis yang semakin tinggi dan konsumen yang sangat kritis, jika perusahaan bisa menjaga kepuasan konsumen maka akan menyebabkan perusahaan berkelanjutan dan dapat dipercaya dalam jangka panjang.

Di dalam perusahaan yang menerapkan etika akan memberikan dampak positif kepada para pekerja salah satunya meningkatkan motivasi. Penerapan etika dalam bisnis juga akan melindungi kebebasan dan meningkatkan keunggulan bersaing, selain itu juga mencegah terkena sanksi pemerintah karena melanggar etika yang digolongkan melawan hukum. Jika perusahaan tidak menggunakan etika dalam berbisnis, maka perusahaan akan lepas kendali, menggunakan berbagai cara, mengorbankan apa saja demi mencapai tujua dan bahkan melanggar hukum yang ditetapkan oleh pemerintah.

2.4  Fungsi Etika dalam Perusahaan

Setelah mengetahui betapa pentingnya etika yang harus diterapkan pada perusahaan bisnis, tentunya etika memiliki fungsi yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan itu sendiri. Permasalahan etika bisnis yang terjadi di perusahaan bervariasi antara fungsi perusahaan yang satu dan fungsi perusahaan lainnya. Hal ini terjadi karena operasi perusahaan sangat terspesialisasi dalam berbagai bidang profesi, sehingga setiap fungsi perusahaan cenderung memiliki masalah etika tersendiri. Berikut ini akan dibahas berbagai permasalahan etika bisnis yang terjadi di beberapa bidang fungsiperusahaan, yaitu: etika bisnis di bidang akuntansi (accounting ethics), keuangan (finance ethics), produksi dan pemasaran (production and marketing ethics), sumber daya manusia (human resourcesethics), dan teknologi informasi (information technology ethics) yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

A.    Etika bisnis di Bidang Akuntansi (Accounting Ethics)

Fungsi akuntansi merupakan komponen yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan demikian kejujuran, integritas, dan akurasi dalam melakukan kegiatan akuntansi merupakan syarat mutlak yang harus diterapkan oleh fungsi akuntansi. Salah satu praktik akuntansi yang dianggap tidak etis misalnya penyusunan laporan keuangan yang berbeda untuk berbagai pihak yang berbeda dengan tujuan memperoleh keuntungan dari penyusunan laporan keuangan seperti itu. Dalam realita kegiatan bisnis sering kali ditemukan perusahaan yang menyusun laporan keuangan yang berbeda untuk pihak-pihak yang berbeda. Ada laporan keuangan internal perusahaan, laporan keuangan untuk bank, dan laporan keuangan untuk kantor pajak. Dengan melakukan praktik ini, bagian akuntansi perusahaan secara sengaja memanipulasi data dengan tujuan memperoleh keuntungan dari penyusunan laporan palsu tersebut.

B.    Etika bisnis di Bidang Keuangan (Financial Ethics)

Skandal keuangan yang berasal dari pelaksanaan fungsi keuangan yang dijalankan secara tidak etis telah menimbulkan berbagai kerugian bagi para investor. Pelanggaran etika bisnis dalam bidang keuangan dapat terjadi misalnya melalui praktik window dressing terhadap laporan keuangan perusahaan yang akan mengajukan pinjaman ke bank. Melalui praktik ini seolah-olah perusahaan memiliki rasio-rasio keuangan yang sehat sehingga layak untuk mendapatkan kredit. Padahal sebenarnya kondisi keuangan keuangan perusahaan tidak sesehat seperti yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang telah dipercantik. Contoh lain pelanggaran etika keuangan misalnya melalui penggelembungan nilai agunan perusahaan, sehingga perusahaan dapat memperoleh kredit melebihi nilai agunan kredit yangsesungguhnya.

C.     Etika bisnis di Bidang Produksi dan Pemasaran (Production and Marketing Ethics)

Hubungan yang dilakukan perusahaan dengan para pelanggannya dapat menimbulkan berbagai permasalahan etika bisnis di bidang produksi dan pemasaran. Untuk melindungi konsumen dari perlakuan yang tidak etis yang mungkin dilakukan oleh perusahaan, pemerintah Indonesia telah memberlakukan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Undangundang ini dijelaskan berbagai perbuatan yang dilarang dilakukan oleh pelaku usaha. Antara lain, pelaku usahadilarang memproduksi dan/atau memper-dagangkan barang dan/atau jasa yang:

a.      Tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyarakatkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

b.     Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut.

c.      Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan, dan jumlah hitungan menurut ukuran yang sebenarnya.

d.     Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan, atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket, atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.

 

D.    Etika Bisnis di Bidang Teknologi Informasi (Information Technology Ethics)

Salah satu area yang memiliki pertumbuhan masalah etika bisnis paling besar di era 1990-an sampai awal tahun 2000 adalah bidang teknologi informasi. Hal-hal yang dapat memunculkan permasalahan etika dalam bidang ini meliputi: serangan terhadap wilayah privasi seseorang, pengumpulan, penyimpanan, dan akses terhadap informasi usaha terutama melalui transaksi e-commerce, perlindungan hak cipta yang menyangkut pembuatan software, musik, dan hak kekayaan intelektual

2.5  Pengertian Organisasi

Organisasi dapat dikatakan sebagai alat untuk mencapai tujuan, oleh karna itu organisasi dapat dikatakan wadah kegiatan dari pada orang-orang yang bekerjasama dalam usahanya untuk mencapai tujuan. Di kegiatan itu orang-orang harus jelas tugas, wewenang dan tanggung jawabnya, hubungan dan tata kerjanya. Pengertian yang demikian disebut organisasi yang “statis”, karena sekedar hanya melihat dari strukturnya. Di samping itu terdapat pengertian organisasi yang bersifat “Dinamis". Pengertian ini organisasi dilihat dari pada sudut dinamikanya, aktivitas atau tindakan dari pada tata hubungan yang terjadi di dalam organisasi itu, baik yang bersifat formal maupun informal.

Adapun pengertian Organisasi menurut Weber yang dikutip oleh Thoha dalam bukunya “Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya” (2014:113) bahwa : “Organisasi merupakan suatu batasan batasan tertentu (boundaries), dengan demikian seseorang yang melakukan hubungan interaksi dengan  lainnya tidak atas kemauan sendiri. Mereka dibatasi oleh aturan-aturan  tertentu.” Sejalan dengan definisi-definisi di atas menurut Handayaningrat (1981:43), menyatakan ciri-ciri organisasi sebagai berikut :

1.Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal.

2. Adanya kegiatan yang berbeda-beda tapi satu sama lain saling berkaitan.

3.Tiap-tiap anggota memberikan sumbangan usahanya ataupun tenaganya.

4.Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan.

5.Adanya suatu tujuan.

Dari definisi diatas maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa Organisasi adalah kesatuan dari seluruh kegiatan yang erat saling berkaitan antara setiap anggota yang ada di dalamnya secara terkoordinir dan memiliki tujuan tertentu.

2.6   Fungsi-Fungsi Organisasi dalam Perusahaan

Dalam membangun sebuah perusahaan struktur organisasi sangatlah penting untuk menandakan bahwa suatu perusahaan tersebut aktif dan memiliki peran yang jelas. Dalam penataan struktur organisasi dalam perusahaan juga sangat berpengaruh untuk membuat suatu perusahaan menjadi lebih produktif dalam mengembangkan dan menjalankan sebuat bisnis. Berikut manfaat dengan adanya organisasi dalam suatu perusahaan ,antara lain:

1.     Membantu mencapai target perusahaan.

2.     Membantu dalam membuat job description karyawan.

3.     Membantu dalam pembagian tugas atau tanggung jawab menjadi lebih mudah dan jelas.

4.     Membantu untuk mengurangi konflik internal yang terjadi di dalam perusahaan.

5.     Membantu meningkatkan moral dan motivasi kerja karyawan dalam jenjang karir yang jelas.

Secara umum fungsi organisasi adalah untuk memberikan arahan dan aturan serta pembagian kerja mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan para anggota di dalam organisasi. Selain itu fungsi organisasi juga untuk meningkatkan kemampuan dari setiap anggota organisasi dalam mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan. Fungsi lainnya adalah memberikan pengetahuan serta mencerdaskan setiap anggota di dalam organisasi tersebut.

Selain fungsi secara umum, ada juga fungsi khusus dari organisasi yang biasanya digunakan untuk organisasi dalam bidang bisnis dan ekonomi. Fungsi khusus tersebut dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :

  1. Harus memungkinkan manajemen untuk memaksimalkan keluaran, melalui penyediaan sistem manusia dan mesin yang efisien.
  2. Harus memastikan jaringan komunikasi dan informasi yang lancar dan efektif.
  3. Harus menawarkan pekerjaan yang menarik dan bermakna bagi semua individu yang ada dalam organisasi. Hal ini akan memastikan kepuasan kerja. Organisasi dikembangkan untuk kepentingan banyak orang. Karena itu, organisasi juga harus humanistik dan bukan hanya mekanistik. Kedua pendekatan tersebut dapat disatukan.
  4. Harus menciptakan, memelihara dan mengembangkan citra atau individualitasnya sendiri. Hal ini memastikan niat baik orang luar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Etika atau moral adalah aturan mengenai sikap perilaku dan tindakan manusia yang hidup bermasyarakat. Etika bisnis adalah aturan yang tersirat atau tidak tertulis tentang benar dan tidaknya suatu bisnis dijalankan yang mencakup segala aspek kegiatan bisnis baik itu individu, perusahaan dan masyarakat. Etika bisnis yang dijalankan dalam suatu perusahaan dapat memberikan nilai pada semua pegawainya tentang norma dan perilaku yang harus dipatuhi oleh seluruh lapisan dalam perusahaan mulai dari karyawan sampai pimpinan. etika yang harus diterapkan pada perusahaan bisnis, tentunya etika memiliki fungsi yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan itu sendiri. Dengan adanya etika bisnis dalam sebuah perusahaan, para pekerja dapat memiliki aturan yang dapat mengarahkan dalam mencapai tujuan atau keuntungan dalam perusahaan.

Secara umum organisasi merupakan sebuah wadah atau perkumpulan dari dua orang atau lebih yang bekerja sama secara sistematis, terpimpin, terkendali, dan terencara untuk meraih tujuan yang telah disepakati sebelumnya. Organisasi biasanya mempunyai sistem kepengurusan secara formal untuk mengidentifikasi kewenangan, tanggung jawab dan setiap anggotanya dengan jelas agar tujuan dari organisasi tersebut dapat tercapai secara efektif. Dengan adanya organisasi dalam perusahaan dapat memberikan arahan, aturan serta pembagian kerja mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan para pekerja dalam perusahaan.

3.1  Saran

Dengan ini perlu adanya kesadaran dalam diri seseorang ataupun pekerja untuk menerapkan etika, karena dengan adanya etika dalam berbisnis tidak hanya keuntungan saja yang akan didapatkan melainkan kepercayaan konsumen dan insvestor kepada perusahaan. Kepercayaan inilah yang membuat perusahaan dapat berjalan dengan baik dalam mencapai tujuan perusahaan.

 

Daftar Pustaka

Andjarwati, A. L., & Budiadi, S. (2018). Etika Bisnis dan Perilaku Etis Manajer Pengaruhny terhadap Tanggung Jawab Perusahaan pada Lingkungan Sosial. BISMA (Bisnis dan Manajemen), 1(1), 1-13.

 

Butarbutar, B. (2019). Peranan Etika Bisnis dalam Bisnis. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 1(2), 187-195.

Fahmi, I. (2013). Etika Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Hasoloan, A. (2018). Peranan etika bisnis dalam perusahaan bisnis. Warta Dharmawangsa, (57).

Bertens, K. (1993). Etika K. Bertens (Vol. 21). Gramedia Pustaka Utama.

Pentingnya Etika Bisnis Dalam Sebuah Perusahaan/ Organisasi | Wahyu Budianty - Academia.edu

PENGERTIAN ETIKA adalah: Definisi, Ciri-Ciri dan Jenis-Jenis Etika https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-etika.html

17 Pengertian Etika Menurut Para Ahli - Fungsi dan Contoh https://www.dosenpendidikan.co.id/etika-adalah/

Manfaat Penerapan Etika Bisnis Dalam Perusahaan https://zahiraccounting.com/id/blog/ini-manfaat-penerapan-etika-bisnis-dalam-perusahaan

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UAS Ekonomi Manajerial - Safa Sarah Azizah - 01221083